
Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet anda, umumnya yang berkonseksikan "broadband internet accses". Untuk mengkonfigurasi router ini sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya :
Pertama "Setting IP WAN & LAN" :
- Siapkan/nyalakan Router Linksys WRT54G anda.
- Sambungkan kabel data (UTP Straight kabel) ke port LAN komputer/Laptop Anda.
- Setting IP pada komputer/laptop anda menjadi DHCP agar lebih mudah.
- cek ip, netmask dan gateway yang diterima komputer anda.
- buka browser anda dan masukkan ip gateway komputer anda tadi, defaultnya http://192.168.1.1/ .
- Nah, akan muncul form password untuk akses ke routernya, default user/pass : admin
- Pada internet Connection Type nya silahkan dipilih : DHCP atau Static, ini tergantug ISP yang Anda gunakan.
- lalu masuk ke settingan Network Setup, Settingan LAN sesuai keinginan anda atau biarkan saja untuk default.Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.
- untuk Time Zonenya pilih GMT+7 untuk indonesia, yang laen terserah Anda.
- lalu Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kabel sudah dapat terkoneksi ke internet.
Kedua "Settingan WIFI" :
- pilih Menu Wireless
- wireless network mode sebaiknya dipilih Mixed agar support ke tipe wifi b dan g
- ganti SSID sesuai kemauan Anda.Untuk SSID Sebaiknya menggunakan Huruf Kecil Semua, dan ganti spasi dengan garis bawah untuk mencegah, beberapa perangkat wifi penerima yang tidak support.
- wireless Channel silahkan dipilih default aja, kecuali ditempat anda terdapat wifi/hotspot lain
Nah, untuk hal ini bisa anda ganti dengan channel yang belum terpakai.
- lalu pilih Save Setting.
- Nah sampai disini, Client yang menggunakan kable & WIFI sudah dapat terkoneksi ke internet.
Untuk mengamankan koneksi WIFI anda, sebaiknya anda memasang security pada wifi anda.
Tipe security anda bisa berupa WEP atau WPA. namun untuk lebih universal pilih saja WEP yang 64 bit. Cara konfigurasinya :
- pilh Menu Wireless - Wireless Security.
- pilih security mode = WEP
- pilih default transmite key = 1
- pilih WEP Encryption = 64 bits10 hex digits
- masukkan passphrase dan klik generate, Maka akan tercipta 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, (karena anda memilih defaul transmitenya = 1).
- lalu Save Setting
- Nah koneksi WIFI anda sekarang sudah Secure (dalam artian memiliki password dan terenkripsi).
Cukup itu saja konfigurasi dasarnya, Tidak terlalu sulit khan ????
Berikut beberapa Gambar Panduan konfigurasi diatas :

Kedepan akan saya tambahkan Konfigurasi lebih lanjut. Selamat Mencoba yah...
Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet
Minggu, 11 April 2010
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
20.40
0
komentar
CARA SETTING HOTSPOT LINKSYS WRT45G
Linksys WRT54G merupakan Broadband Router yang dilengkapi dengan wireless b/g. WRT54G dapat dijadikan sebagai server gateway untuk koneksi internet anda, umumnya yang berkonseksikan "broadband internet accses". Untuk mengkonfigurasi router ini sangatlah mudah. Linksys WRT54G dapat kita jadikan sebagai server gateway untuk koneksi Internet yang kita miliki, mungkin kalau kita harus menyediakan server pc maka cost yang harus kita sediakan akan lebih mahal. Untuk konfigurasi WRT54H ini tidaklah terlalu sulit. Adapun langkah-langkahnya :Jika Anda memilih DHCP disable maka anda harus memasukkan IP, Netmask, Gateway dan DNS secara manual untuk setiap klien.
Berikut langkah-langkahnya :
Setting IP WAN & LAN
ambil segelas capucino atau softdrink beserta cemilan ( untuk yang ini gak harus)
Hidupkan Router Linksys WRT54G.
Dengan menggunakan kabel UTP yang telah disediakan (UTP Straight kabel) colok kabel tersebut ke komputer atau notebook sedangkan di pada Router di colok ke port LAN.
Set IP pada komputer/notebook menjadi DHCP dan biasanya akan mendapat IP otomatis dari Router.
Lalu lihat IP yang didapat oleh komputer/notebook.
dengan menggunakan browser, pada address bar browser masukkan ip gateway komputer (biasanya default dari router 192.168.1.1) .
Kemudian muncul window yang meminta agar memasukkan password akses, default user dan password : admin
Di bagian internet Connection Type pilih sesuai dengan koneksi yang digunakan ( tergantung ISP): DHCP atau Static.
Pada baguan Network Setup, Settingan LAN bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita apakah static atau DHCP. kalau kita pilih statik maka kita harus mengisi IP Address. Netmask, Gateway dan DNS secara manual.
Time Zonenya pilihlah GMT+7 untuk indonesia dan kemudian bisa di save.
lalu Save Setting.
sampai disini maka Router dah siap digunakan untuk koneksi Internet, tinggal kabel UTP dari perangkat yang terkoneksi ke internet kita colok ke port WAN.
Setting Wireless
masuk ke Menu Wireless
Pilihan Wireless network mode pilih aja Mixed.
lalu SSID tulis sesuai kemauan kita ( bisa nickname, alamat, nama atau apapun itu)
Wireless Channel dipilih default, kecuali bila di sekitar tempat kita banyak wifi/hotspot yang bisa menggangu koneksi (dari pengalaman nich perangkat ini jauhkan dari perangkat indovision karena sering mengganggu)
kemudian Save Setting.
agar koneksi Wireless aman, maka kita tinggal memasang security.Tipe security bisa kita gunakan WEP atau WPA. namun kebiasaannya banyak yang memilih WEP yang 64 bit.
Cara konfigurasinya Security Wireless :
pilih Menu Wireless
kemudian security mode pilih WEP
untuk default transmite key pilih 1 ( boleh juga yang lain )
WEP Encryption pilih 64 bits dengan 10 hex digits
ketik passphrase dan klik generate, akan muncul 4 key untuk akses password wifi anda, silahkan gunakan Key 1, ( kalau kita memilih defaul transmitenya = 1).
Save Setting
maka sekarang Wireless Router sudah rede untuk digunakan baik menggunakan kabel maupun wireless serta wireless yang sudah memiliki security/ pengaman.
Apabila kita memiliki Server lainnya di dalam jaringan LAN dari Router ini dan kita ingin agar Server tersebut bisa diremote dari luar jaringan tersebut, maka kita bisa mengaktifkan fungsi DMZ ataupun porrt forwarding.
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
20.36
0
komentar
Dasar-Dasar Keamanan Jaringan Komputer WiFi
Dasar-Dasar Keamanan Jaringan Komputer WiFi .
I. Pendahuluan.
Salah satu teknologi telekomunikasi yang sangat diminati dan mulai banyak digunakan adalah teknologi wireless atau yang dikenal dengan teknologi nirkabel. Teknologi nirkabel memang memiliki beberapa keunggulan diantara adalah simpel dan praktis, untuk memanfaatkan teknologi ini orang tidak harus repot-repot menarik kabel jaringan supaya komputer kita bisa menikmati fasilitas internet, sehingga kesemerawutan karena banyaknya jalur kabel yang biasanya terjadi dan menyebabkan pemandangan menjadi kurang enak dilihat dapat diminimalkan. Teknologi nirkabel yang saat ini digandrungi dan mulai banyak diaplikasikan dibanyak tempat umum seperti: Mall, bandara, hotel-hotel, café-café, kampus, perkantoran, taman-taman umum bahkan perumahan warga (RT/RW net) adalah teknologi WiFi.
Teknologi WiFi (Wireless Fidelity) merupakan istilah yang diberikan untuk sistem wireless LAN yang menggunakan standar 802.11 yang ada saat ini. Istilah WiFi diciptakan oleh sebuah organisasi bernama WI-FI alliance yang bekerja menguji dan memberikan sertifikasi untuk perangkat-perangkat wireless LAN. Sedangkan istilah atau kode 802.11 adalah nomor standardisasi dari sistem wireless LAN yang ada saat ini. Dalam standardisasi ini diatur apa dan bagaimana wireless LAN itu bekerja. Mulai dari teknik modulasi sinyalnya, range-nya, sampai jenis antenna yang cocok digunakan. Masing-masing standar memiliki spesifikasi teknis standar yang berbeda-beda. Dengan demikian cara kerja, perangkat pendukung, dan performa yang dihasilkan dari setiap standar tersebut juga berbeda-beda satu sama lain.
Secara lebih spesifik standar WiFi 802.11 terdiri dari tiga klasifikasi standar yaitu standar 802.11 a/b/g. Masing-masing standar tersebut memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda. Standar 802.11b dan g bekerja menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Frekuensi 2,4 GHz merupakan range frekuensi yang termasuk dalam kategori pita frekuensi ISM (Industrial, Scientific, and Medical). Pita frekuensi ISM ini memang dialokasikan oleh badan standardisasi dan regulasi untuk digunakan sebebas-bebasnya tanpa perlu diberi sistem perizinan (unlicenses). Oleh sebab itu, banyak sekali produk elektronik yang menggunakan pita frekuensi ini termasuk juga jaringan wireless. Perangkat lain yang menggunakan frekuensi jenis ini juga cukup banyak, seperti microwave, oven, cordless phone, wireless mic, dan banyak lagi perangkat lainnya. Sedangkan standar 802.11a menggunakan frekuensi 5 GHz. Pita frekuensi yang digunakan untuk standar ini tergolong dalam kategori UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Sama seperti pita frekuensi standar 802.11b/g, frekuensi ini juga tidak memerlukan perizinan untuk menggunakannya. Perbedaan yang paling mendasar dari kedua jenis frekuensi ini hanyalah sudah umum atau belumnya penggunaan frekuensi ini di masyarakat. Saat ini, frekuensi UNII 5 GHz masih jarang digunakan sehingga masalah-masalah seperti interferensi sangat jarang terjadi di sini. Standar 802.11b mampu menyalurkan 11 megabit per detik (mbps) dan 54 mbps untuk standar 802.11a dan untuk jarak yang lebih jauh digunakan standar 802.11g.
Tabel 1. Perbandingan Tiga Standar Teknologi WiFi
| Standar WiFi | Frekuensi | Kecepatan |
| 802.11a | 5 GHz | 54 Mbps |
| 802.11b | 2,4 GHz | 11 Mbps |
| 802.11g | 2,4 GHz | 54 Mbps |
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer-komputer yang saling dihubungkan atau saling berhubungan dengan menggunakan sebuah media baik dengan kabel maupun tanpa kabel (nirkabel/wireless) sehingga dapat melakukan pemakaian data dan sumber daya secara bersama-sama. Dalam jaringan komputer sederhana dengan media kabel kita mengenal istilah work group atau peer to peer. Dalam Jaringan wireless LAN kita mengenal istilah SSID. SSID merupakan singkatan dari Service Set Identifier. Sebuah SSID mempunyai fungsi untuk menamai sebuah jaringan wireless yang dipancarkan dari sebuah Access Point (AP). Sistem penamaan SSID dapat diberikan maksimal sebesar 32 karakter. Access Point (AP) memiliki peran yang hampir sama dengan hub atau switch pada jaringan komputer dengan media kabel, di mana dalam jaringan nirkabel AP bertugas untuk menyebarluaskan gelombang radio standar 2,4 GHz agar dapat dijadikan oleh setiap klien atau peripheral komputer yang ada dalam daerah jangkauannya agar dapat saling berkomunikasi. AP akan menjadi gerbang bagi jaringan nirkabel untuk dapat berkomunikasi dengan dunia luar maupun dengan sesama perangkat nirkabel di dalamnya.
II. Mengamankan Jaringan WiFi Anda.
Pada Jaringan nirkabel keamanan menjadi sesuatu yang melekat erat pada pengaturan atau setting jaringan tersebut, hal ini salah satunya dikarenakan metode yang digunakan untuk dapat berkomunikasi satu peralatan dengan peralatan yang lainnya menggunakan metode broadcast. Sehingga menjadi suatu hal yang sangat penting buat Anda yang menggunakan model jaringan nirkabel ini terutama dengan teknologi WiFi untuk mengetahui beberapa model pengamanan yang biasanya disediakan oleh perangkat Access Point (AP) untuk mengamankan jaringan WiFi Anda. Masalah keamanan pada jaringan komputer pada prinsipnya tidak terlepas dari 2 hal mendasar yaitu konsep autentifikasi (access control) dan enkripsi (data protection).
II.1. WEP (Wired Equivalent Privacy).
Teknik pengaman jaringan wireless ini adalah standar keamanan pada 802.11. Teknik ini akan membuat jaringan nirkabel, akan mempunyai keamanan yang hampir sama dengan apa yang ada dalam jaringan kabel. WEP menggunakan sistem enkripsi untuk memproteksi pengguna wireless LAN dalam level yang paling dasar. WEP memungkinkan administrator jaringan wireless membuat encription key yang akan digunakan untuk mengenkripsi data sebelum data dikirim. Encryption key ini biasanya dibuat dari 64 bit key awal dan dipadukan dengan algoritma enkripsi RC4.
Pada prinsipnya terdapat dua level enkripsi WEP, 64 bit dan 128 bit. Semakin tinggi bit enkripsi, semakin aman jaringannya, namun kecepatan menjadi menurun. Untuk menggunakan WEP, kita harus memilih bit enkripsi yang diinginkan, dan masukkan passphrase atau key WEP dalam bentuk heksadesimal. WEP menggunakan urutan nilai heksadesimal yang berasal dari enkripsi sebuah passphrase.
Ketika fasilitas WEP diaktifkan, maka semua perangkat wireless yang ada di jaringan harus dikonfigurasi dengan menggunakan key yang sama. Hak akses dari seseorang atau sebuah perangkat akan ditolak jika key yang dimasukkan tidak sama.
II.2. WPA (Wi-Fi Protected Access)
WPA merupakan teknik mengamankan jaringan wireless LAN yang menggunakan teknik enkripsi yang lebih baik dan tambahan pengaman berupa autentifikasi dari penggunanya. Ada dua model enkripsi pada jenis ini, yaitu TKIP dan AES. TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) menggunakan metode enkripsi yang lebih aman dan juga menggunakan MIC (Message Integrity Code) untuk melindungi jaringan dari serangan. Sedangkan AES (Advanced Encryption System) menggunakan enkripsi 128 bit blok data secara simetris.
II.3. MAC (Medium Access Control) Address Filtering.
Sistem pengamanan wireless LAN yang lainnya adalah dengan menggunakan MAC address filter yang akan menyeleksi akses berdasarkan MAC Address dari user. Biasanya terdapat dua metode dari wireless MAC Filter yaitu: Prevent yang berfungsi untuk memblokir akses dari daftar MAC Address, dan Permit Only yang hanya memperbolehkan akses dari data yang ada pada daftar MAC Address. Dengan pengamanan model MAC Address filtering ini kita harus mendaftarkan terlebih dahulu MAC Address dari setiap komputer yang ada dalam jaringan tersebut dalam suatu daftar MAC Address, agar dapat dikenali dan berkomunikasi menggunakan fasilitas tersebut.
III. Penutup.
Demikianlah sekilas tentang metode, istilah dan penjelasan singkat dari jaringan komputer dengan wireless LAN terutama tentang mengamankan jaringan Wi-Fi, semoga bermanfaat. Tak ada gading yang tak retak. Ini semua masih sangat jauh dari sempurna, masih terus harus belajar Read More..
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
20.08
0
komentar
Access Point Operating Mode pada Senao EnGenius EOC-2610
Pada dasarnya, EOC-2610 dapat dikonfigurasikan sebagai Access Point, Client Bridge dan Client Router. Akan tetapi disini saya akan membahas secara singkat tentang penggunaan EOC-2610 sebagai AP (Access Point). Mari kita ulas bagaimana cara menyetingnya.
Konfigurasi TCP/IP pada PC/Notebook
Karena default TCP/IP pada EOC-2610 adalah 192.168.1.1, maka kita perlu menyeting TCP/IP pada PC/Notebook dengan IP address : 192.168.1.xx (xx antara 2-254) dan subnet mask : 255.255.255.0 seperti pada gambar berikut:
Konfigurasi TCP/IP pada EOC-2610
- Ketik alamat 192.168.1.1 pada web browser untuk login. Defaultnya User Name = admin, Password = admin.
Selanjutnya akan muncul halaman seperti ini:
- Ubah System Properties dengan klik System Properties dan pilih Access Point pada Operation Mode. Selanjutnya klik Apply dan tunggu hingga proses selesai.
Pada menu ini kita juga dapat mengganti Device Name dan Country/Region.
Nah, kita sudah masuk Access Point Mode. Gampang kan?? Sekarang kita akan membahas apa saja fasilitas yang diberikan oleh EOC-2610 didalamnya. Tentu saja yang utama adalah masalah keamanan. Lanjut….
- User Name dan Password admin dapat (bahkan harus) kita ganti supaya client yang jahat tidak dapat mengutak-atik setingan yang ada dengan masuk ke menu Management dan memilih Administration. Walaupun hanya tinggal mereset ulang terus beres, tapi merepotkan juga.
Jangan lupa klik Apply dan tunggu prosesnya.
- Wireless Security dapat diset dengan masuk pada menu Wireless - Wireless Network lalu pilih dropdown pada Wireless Security.
Sebelumnya, pada display diatas terdapat Wireless Mode yang digunakan untuk menyeting mode wireless apa yang akan kita pakai. Beberapa Wireless Mode tersebut adalah sebagai berikut:
Kemudian pada Channel/Frequency juga ada 13 pilihan frekuensi yang bisa diseting supaya dalam suatu area yang sama tidak ada frekuensi yang sama sehingga antara jalur data yang satu dengan yang lain tidak tabrakan.
Selanjutnya, pada Security Mode akan ada beberapa pilihan seperti berikut:Untuk WEP:
Untuk WPA-PSK, WPA2-PSK, WPA-PSK Mixed:
Untuk WPA, WPA2, WPA Mixed:
Masing-masing jenis terdapat aturan dalam pengisian Security Code. Beberapa pilihan diatas dapat kita gunakan semau kita, tergantung tujuan kita membuat AP sebelumnya. Atau bisa saja karena iseng aja pengen menggunakan Security Code. Oiya, jangan lupa klik Apply dan tunggu prosesnya.
- IP Setting.
Untuk menyeting IP kita masuk ke System - IP Setting. Penyetingan IP juga mampu membatasi client yang memakai jaringan dari kita. Orang lain yang mau masuk jaringan kita harus mengetahui setingan ini supaya dapat surfing. Dan jangan lupa setelah menyeting tidak lupa kita juga harus menyeting IP PC/Notebook supaya dapat terkoneksi dengan EOC-2610 ini.
- Wireless MAC Filter.
MAC Filter adalah cara paling baik dalam membatasi jumlah client. Hanya alat yang mempunyai MAC Address tertentu yang bisa terkoneksi dengan AP kita. Kita bisa menyeting sebuah MAC Address untuk dapat terkoneksi dengan kita ataupun menyeting sebuah MAC Address tersebut untuk tidak dapat terkoneksi dengan AP kita. Untuk menyetingnya kita hanya tinggal memilih jenis filter (Deny/Allow) dan memasukkan MAC Address terebut ke kolom yang sudah tersedia lalu klik Add. Untuk menghapus filter kita juga tinggal klik Delete pada MAC Address yang dimaksud.
Sebuah Access Point juga wajib untuk dapat melihat Client yang sedang terkoneksi dengannya. Di EOC-2610 kita dapat melihat client yang terkoneksi dengan masuk ke Status - Wireless Client List. Di daftar itulah kita dapat melihat Client yang sedang terkoneksi dengan AP kita.
Sebelum mengahiri tutorial ini, perlu diketahui bahwa Senao EnGenius EOC-2610 dapat memancarkan dan menangkap frekuensi 1 - 30 kilometer dalam kondisi bersih dan stabil. Itu juga ada setingan sendiri dengan masuk ke Wireless - Wireless Advanced Setting.
Pada Data Rate terdapat pilihan 1Mbps, 2Mbps, 5.5Mbps, 11Mbps dan Auto. Transmit Power dapat diset dari 9dBm hingga 28dBm. Dan sangat terlihat pada Distance yang dapat diset dari 1km hingga 30km. Kalau di Kota modern seperti Djogjakarta ini kurang lebih hanya 16 kilometer efektif. Itu pun kadang tidak stabil.
Baiklah , sekiranya hanya informasi yang tidak banyak ini yang bisa saya sampaikan kepada teman-teman. Walaupun sedikit, semoga dapat bermanfaat. Apabila ada yang kurang mohon ditambahkan pada comment yang tersedia.
Terima kasih Read More..
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
21.00
0
komentar
Konfigurasi dan Instalasi TCP/IP Windows Server 2003
Konfigurasi dan Instalasi TCP/IP Windows Server 2003
Di sini saya akan mendeskripsikan prosedur untuk menginstal dan mengonfigurasi TCP/IP Microsoft Windows Server 2003. Ikuti prosedur ini jika Anda sebelumnya tidak menginstal protocol jaringan TCP/IP pada komputer yang sedang Anda pakai untuk mengerjakan prosedur-prosedur latihan selama kursus ini.
1. Menginstal TCP/IP
TCP/IP dapat dipakai dalam lingkungan jaringan yang bervariasi mulai dari LAN yang kecil sampai Internet global. Ketika Anda mengoperasikan Windows 2003 Setup, TCP/IP diinstal sebagai default protocol jaringan bila suatu adapter jaringan dideteksi. Oleh karena itu, Anda hanya perlu menginstal protocol TCP/IP kalau default pilihan protocol TCP/IP ditindih selama proses setup atau Anda sudah menghapusnya dari suatu koneksi di dalam Network and Dial-Up Connections.
1.1. Menginstal Protocol TCP/IP
Pada latihan ini, Anda akan menginstal TCP/IP pada Local Area Network Connection in Network and Dial-Up Connections. Anda harus me-logon sebagai seorang administrator atau seorang anggota dari Administrator group agar mampu menyelesaikan latihan ini. Untuk menginstal TCP/IP pada koneksi jaringan area lokal
- Klik Start
- Klik Programs
- Klik Connect To
- Klik Show All Connections. Muncul kotak dialog Network And Dial-Up Connections
- Klik kanan Local Area Connection
- Klik Properties. Muncul kotak dialog Local Area Connection Properties
- Klik Install. Muncul kotak dialog Select Network Component Type
- Klik Protocol
- Klik Add. Muncul kotak dialog Select Network Protocol
- Klik Internet Protocol (TCP/IP) seperti dijelaskan pada Gambar 9.
- Klik OK. Protocol TCP/IP diinstal dan ditambahkan ke daftar Components di kotak dialog Local Area Connection Properties
- Klik Yes apabila akan merestart komputer Anda.
- Klik Close untuk menutupnya.
Gambar 1. Memilih untuk menambah komponen Internet Protocol (TCP/IP).
1.2. Mengonfigurasi TCP/IP
Jika Anda baru pertama kali mengimplementasikan TCP/IP pada jaringan Anda, maka Anda harus menyusun suatu rencana yang rinci untuk pengalamatan IP pada jaringan Anda. Skema pengalamatan jaringan TCP/IP Anda dapat mencantumkan entah alamat pribadi atau alamat umum. Anda dapat memakai entah alamat pribadi atau alamat umum bila jaringan Anda tidak dihubungkan ke Internet. Namun demikian, Anda kemungkinan besar akan mengim-plementasikan beberapa alamat IP umum untuk dukungan inter-konektivitas Internet. Hal ini karena device-device yang dihubungkan secara langsung ke Internet memerlukan suatu alamat IP umum. InterNIC memberikan alamat-alamat umum ke Internet Service Provider (ISP). ISP, pada gilirannya, memberikan alamat IP ke organisasi ketika konektivitas jaringan dibeli. Alamat IP yang diberikan melalui cara ini dijamin bersifat unik dan sudah diprogram ke router Internet agar lalu lintasnya mampu menjangkau host tujuan.
Selanjutnya, Anda dapat mengimplementasikan suatu skema peng-alamatan pribadi untuk melindungi alamat-alamat internal Anda dari sisa Internet dengan mengonfigurasi alamat-alamat pribadi pada semua komputer di jaringan (atau intranet) pribadi Anda. Alamat-alamat pribadi tidak dapat dijangkau di Internet karena alamat tersebut terpisah dari alamat-alamat umum dan alamat tersebut tidak tumpang tindih.
Anda dapat memberikan alamat IP di Windows 2003 secara dinamis dengan memakai Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan Anda dapat mengalamatkan pemberian itu dengan memakai Automatic Private IP Addressing. Anda dapat juga mengonfigurasi TCP/IP secara manual. Anda mengonfigurasi TCP/IP pada sebuah komputer yang didasarkan pada fungsinya. Misalnya, server pada suatu hubungan server/client di dalam suatu organisasi mesti diberikan suatu alamat IP secara manual. Namun demikian, Anda dapat mengonfigurasi TCP/IP secara dinamis melalui server DHCP untuk mayoritas client di sebuah jaringan.
1.3. Konfigurasi Dinamis
Komputer-komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2003 akan berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP pada jaringan Anda berdasarkan default seperti diuraikan pada Gambar 10. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka Anda dapat mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis.
Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis:
- Klik Start
- Klik Programs
- Klik Connect To
- Klik Show All Connections
- Klik kanan Local Area Connection
- Klik Properties
- Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
- Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
- Klik Obtain An IP Address Automatically
- Klik OK
Gambar 2. Mengonfigurasi komputer Anda untuk memperoleh seting-seting TCP/IP secara otomatis.
1.4. Konfigurasi Manual
Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu alamat IP secara manual. Bila Anda tidak mempunyai sebuah server DHCP pada jaringan Anda, maka Anda harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.
Untuk mengonfigurasi sebuah komputer TCP/IP agar memakai pengalamatan statis:
- Klik Start
- Klik Programs
- Klik Connect To
- Klik Show All Network Connections
- Klik kanan Local Area Connection
- Klik Properties
- Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
- Klik Properties
- Pilihlah Use the Following IP Address
- Anda kemudian harus mengetik alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Kalau jaringan Anda mempunyai sebuah server DNS, maka Anda dapat mengatur komputer Anda agar memakai DNS.
- Untuk mengatur komputer Anda agar memakai DNS
- Pilihlah Use The Following DNS Server Addresses
- Di dalam Preferred DNS Server and Alternate DNS Server, ketiklah alamat-alamat server DNS primer dan sekunder seperti ditampilkan Gambar 3. berikut ini
Gambar 3. Mengonfigurasi setting-setting TCP/IP secara manual pada komputer Anda.
Anda dapat mengonfigurasi juga alamat-alamat IP tambahan dan default gateway dengan melaksanakan prosedur di bawah ini.
Untuk mengonfigurasi alamat-alamat IP tambahan dan default gateway:
- Di dalam kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties, klik Advanced
- Pada tab IP Settings di dalam IP Addresses, klik Add
- Di dalam IP Address And Subnet Mask, ketiklah suatu alamat IP dan subnet mask, lalu klik Add
- Ulangi langkah 2 dan langkah 3 untuk setiap alamat IP yang ingin Anda tambahkan, lalu klik OK
- Pada tab IP Settings di dalam Default Gateway, klik Add
- Di dalam Gateway And Metric, ketiklah alamat IP dari default gateway dan metrik, lalu klik Add. Anda pun dapat mengetik sebuah angka metrik di dalam Interface Metric untuk mengonfigurasi metrik yang lazim bagi koneksi ini
- Ulangi langkah-langkah 5 dan 6 untuk setiap alamat IP yang akan Anda tambahkan, lalu klik OK
2. Pemberian Alamat IP Pribadi yang Otomatis
Pilihan konfigurasi alamat TCP/IP yang lain adalah memakai Automatic Private IP Addressing saat DHCP tidak tersedia. Pada Windows versi-versi sebelumnya, konfigurasi alamat IP dapat dikerjakan entah secara manual ataupun secara dinamis melalui DHCP. Jika suatu client tidak mampu untuk memperoleh sebuah alamat IP dari sebuah server DHCP, maka layanan-layanan jaringan untuk client itu tidak tersedia. Fasilitas Automatic Private IP Addressing pada Windows 2003 mengotomatiskan proses pemberian suatu alamat IP yang tidak dipakai dalam situasi bahwa DHCP tidak tersedia.
Alamat Automatic Private IP Addressing dipilih dari blok alamat 169.254.0.0 yang disediakan Microsoft dengan subnet mask 255.255.0.0. Ketika fasilitas Automatic Private IP Addressing pada Windows 2003 dipakai, suatu alamat di dalam rangkaian pengalamatan IP yang disediakan Microsoft dari 169.254.0.1 sampai 169.254.255.254 diberikan ke client. Alamat IP yang diberikan akan dipakai sampai sebuah server DHCP diletakkan. Subnet mask 255.255.0.0 secara otomatis dipakai.
3. Menguji TCP/IP dengan Ipconfig dan PING
Anda harus selalu memverifikasi dan menguji konfigurasi TCP/IP Anda untuk memastikan komputer Anda dapat berhubungan ke jaringan dan host TCP/IP yang lain. Anda dapat mengerjakan pengujian konfigurasi TCP/IP yang mendasar dengan memakai utiliti Ipconfig dan utiliti PING.
Dengan Ipconfig, Anda memverifikasi parameter-parameter konfigurasi TCP/IP pada sebuah host, yang meliputi alamat IP, subnet mask, dan default gateway, dari command pormpt. Hal ini bermanfaat dalam menentukan apakah konfigurasi itu diinisialisasi atau sebuah alamat IP duplikat dikonfigurasi.
Untuk memakai Ipconfig dari command prompt:
- Bukalah command prompt
- Ketika command prompt ditayangkan, ketiklah Ipconfig/all, lalu tekan Enter. Informasi konfigurasi TCP/IP ditayangkan seperti diuraikan pada Gambar 4
Gambar 4. Pemakaian Ipconfig untuk menayangkan informasi konfigurasi TCP/IP.
Setelah Anda memverifikasi konfigurasi itu dengan utiliti Ipconfig, Anda dapat memakai utiliti PING untuk menguji konektivitas. Utiliti PING adalah suatu piranti diagnostik yang menguji konfigurasi-konfigurasi TCP/IP dan mendiagnosa kegagalan koneksi. PING memakai pesan-pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request and Echo Reply untuk menentukan apakah host TCP/IP tertentu tersedia dan fungsional. Seperti utiliti Ipconfig, utiliti PING dieksekusi pada command prompt. Command syntaxnya adalah:
- Ping IP_Address
- Jika PING sukses, maka muncul sebuah pesan yang mirip dengan ilustrasi pada Gambar 5.
Gambar 5. Pesan-pesan Reply ditayangkan oleh utiliti PING.
4. Mengonfigurasi Filter-filter Paket
Anda dapat memakai penyaringan paket IP untuk memulai negosiasi-negosiasi keamanan bagi suatu komunikasi yang didasarkan pada sumber, tujuan, dan tipe lalu lintas IP. Hal ini memungkinkan Anda untuk menentukan pemicu lalu lintas IPX dan IP manakah yang akan diamankan, dihalangi, atau diizinkan untuk bisa melintas tanpa dilakukan penyaringan.
Misalnya, Anda dapat membatasi tipe akses yang diizinkan ke dan dari jaringan untuk membatasi lalu lintas ke sistem-sistem yang diinginkan. Anda harus memastikan bahwa Anda tidak mengon-figurasi filter-filter paket yang terlampau restriktif, yang mengganggu fungsionalitas protocol-protocol yang bermanfaat pada komputer. Misalnya, jika sebuah komputer yang sedang menjalankan Windows 2003 ternyata juga sedang mengoperasikan Internet Information Services (IIS) sebagai suatu server Web dan filter-filter paket sudah ditetapkan sehingga hanya lalu lintas berbasis Web yang diizinkan, maka Anda tidak dapat memakai PING (yang memakai ICMP Echo Requests and Echo Replies) untuk mengerjakan pencarian dan pemecahan kesulitan IP dasar.
Anda dapat mengonfigurasi protocol TCP/IP untuk menyaring paket-paket IP yang didasarkan pada:
- TCP port number
- UDP port number
- IP protocol number
5. Latihan Mengimplementasikan Filter-filter Paket IP
Pada latihan ini, Anda akan mengimplementasikan penyaringan paket TCP/IP pada sebuah komputer Windows Server 2003 untuk sebuah koneksi LAN.
Untuk mengimplementasikan penyaringan paket TCP/IP langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
- Klik Start
- Klik Programs
- Klik Connect To
- Klik Show All Connections
- Klik kanan Local Area Connection
- Klik Properties. Muncul kotak dialog Local Area Connection Properties
- Pilihlah Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik Properties. Muncul kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties
- Klik Advanced. Muncul kotak dialog Advanced TCP/IP Settings
- Klik tab Options, pilih TCP/IP Filtering
- Klik Properties. Muncul kotak dialog TCP/IP Filtering seperti diuraikan pada Gambar 14.
- Klik Enable TCP/IP Filtering (All Adapters). Anda sekarang dapat menambahkan penyaringan protocol IP, UDP, dan TCP dengan mengklik pilihan Permit Only, lalu mengklik Add di bawah daftar TCP, UDP, or IP Protocols. Beberapa implementasi penyaringan TCP/IP yang dapat Anda pakai meliputi:
- Mengaktifkan hanya TCP port 23, yang menyaring semua lalu lintas kecuali lalu lintas Telnet
- Mengaktifkan hanya TCP port 80 pada suatu server yang ditujukan khusus untuk Web demi memproses hanya lalu lintas TCP berbasis Web
- Klik OK beberapa kali untuk menutup semua kotak dialog yang terbuka
Gambar 6. Mengatur filter-filter paket TCP/IP di dalam kotak dialog TCP/IP Filtering.
Catatan:
Dengan mengaktifkan hanya TCP port 80, semua komunikasi jaringan di luar port 80 akan dinonaktifkan.
Berdasarkan default, Windows 2003 menginstal protocol TCP/IP jika Setup mendeteksi suatu adapter jaringan. Anda dapat juga menginstal TCP/IP secara manual. Setelah Anda menginstal TCP/IP pada sebuah komputer, Anda dapat mengonfigurasinya untuk memperoleh suatu alamat IP secara otomatis atau mengatur properti-properti konfigurasi secara manual. Anda pun dapat mengimplementasikan filter-filter paket untuk membatasi tipe akses yang diizinkan ke dan dari jaringan demi membatasi lalu lintas ke sistem-sistem yang diinginkan.
Read More..
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
20.24
0
komentar
MERAKIT KOMPUTER PERSONAL
(Personal Computer Assembly)
UNTUK KALANGAN SENDIRI
Dilarang menyalin sebagian atau
seluruh bagian modul ini tanpa ijin
dari penyusun.
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 1
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Pengantar
Pekerjaan merakit komputer sering dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di
bidang komputer seperti pabrik komputer, supplier komputer, dealer komputer,
dan toko komputer. Pada sisi pengguna, perakitan komputer juga sering dilakukan
untuk tujuan perawatan atau optimalisasi fungsi komputer.
Oleh karena itu, keterampilan mengenai perakitan komputer perlu dikuasai oleh
siapa saja yang bidang pekerjaannya bersinggungan dengan komputer.
Keterampilan ini tidak hanya dibutuhkan ketika akan merakit komputer baru,
tetapi juga bermanfaat ketika komputer kita mengalami masalah.
Modul ini menjelaskan langkah-langkah perakitan komputer, dari tahap
persiapan hingga tahap troubleshooting setelah perakitan selesai.
Persiapan dan Persyaratan Keamanan
Sebelum merakit komputer, perlu disiapkan komponen-komponen yang akan
dirakit dan perlengkapan (alat) yang dibutuhkan. Disamping itu dipersyaratkan
standar keamanan bagi orang yang akan melakukan perakitan.
Komponen yang akan dirakit:
1. Monitor
2. Motherboard
3. Memori/RAM
4. Prosesor
5. VGA Card (jika tidak tersedia
VGA onboard)
6. Harddisk
7. Keyboard
8. Mouse
9. Floppy drive
10. CD/DVD-ROM/RW
Perlengkapan yang dibutuhkan:
1. Obeng plus (+) dan obeng minus (-)
2. Operation Manual motherboard
3. Operation Manual Prosesor
Persyaratan keamanan:
1. Pastikan power komputer dalam keadaan mati (off) dan kabel power
dilepas.
2. Tangan tidak boleh basah /berkeringat
3. Gunakan alas kaki dari karet agar tidak terkena kejutan listrik.
4. Bersihkan termpat kerja, singkirkan barang-barang atau bahan yang bisa
membahayakan pada saat perakitan (seperti juluran kabel, serpihan logam,
magnet, api, air/cairan, dan makanan).
5. Hindari monitor komputer yang terbuka.
6. Lepaskan perhiasan (seperti gelang, cincin, jam tangan) dari tangan.
7. Gunakan alat pelindung kejutan listrik (wrist strap).
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 2
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Langkah Perakitan
Setelah tahap persiapan selesai, lakukan perakitan dengan mengikuti langkahlangkah
berikut ini:
1. Siapkan motherboard dan atur posisi konektor jumper sesuai yang tertulis
pada manualnya. Caranya cabutlah konektor plastik jumper penghubung pin
yang ada pada motherboard. Pindahkan pada posisi lain yang
menghubungkan sebuah kaki pin dengan kaki pin lainnya, sesuai petunjuk
yang tertulis di buku manualnya.
2. Pasang prosesor pada soketnya (untuk prosesor tipe soket). Sesuaikan tanda
yang ada pada prosesor atau soketnya. Perhatikan kode titik atau sisi prosesor
yang miring. Tanda tersebut merupakan petunjuk agar bagian prosesor itu
dipasang pada bagian soket yang memiliki tanda sama (tidak boleh terbalik).
Setelah terpasang, kuncilah tangkai yang terdapat pada di sisi soket prosesor.
Bacalah dengan baik manual prosesornya. Jika salah memasang prosesor akan
berakibat fatal.
3. Pasanglah heat sink dan kipas pendingin di atas prosesor yang telah
terpasang. Setelah prosesor terpasang, bisa ditambahkan sedikit pasta khusus
agar posisi permukaan prosesor benar-benar menyatu dengan permukaan
heatsink kipas sehingga panas prosesor akan menyebar dengan sempurna.
4. Hubungkan konektor kabel power kipas prosesor ke power pin yang ada di
motherboard.
5. Pasanglah RAM pada tempatnya dengan baik. Sudut memori yang biasanya
berlekuk dan celah yang berada pada bagian bawah memori harus ditempatkan
pada tempatnya secara hati-hati. Jika pemasangannya terbalik, memori
akan sulit dimasukkan. Pada jenis memori SDRAM/DDRAM, dudukan
memori di motherboard memiliki pengait yang akan bergerak mengunci bersamaan
dengan masuknya memori kedalamnya. Berikan sedikit tekanan
hingga pengait memori tersebut mengunci sendiri (terasa ada hentakan
“klek”). Pasang seluruh RAM pada slot yang tersedia.
6. Masukkan motherboard ke dalam casing. Cari lubang baut di motherboard
yang sesuai dengan lubang tempat mengaitkan motherboard yang ada di
casing. Pasanglah pembatas tegak dari plastik yang biasa disediakan oleh
produsen casing ke dalam lubang yang terdapat di motherboard.
7. Bautlah motherboard tersebut pada casing untuk menghindari terjadinya
pergeseran motherboard. Pemasangan moterherboard ini harus dilakukan
dengan hati-hati karena bentuknya tipis dan memiliki rangkaian elektkronik
yang rumit. Pastikan juga tidak ada bagian belakang moterboard tidak ada
yang menyentuh casing.
8. Pasang kabel-kabel LED, keylock, dan speaker di PIN group di keyboard.
Hubungkan konektor kabel penghubung tombol power dan resetb ke pin yang
sesuai pada motherboard. Hubungkan konektor kabel penghubung speaker ke
pin yang bertuliskan speaker (sering ditulis dengan kode LS) yang ada pada
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 3
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
motherboard. Pada beberapa casing telah dilengkapi dengan kabel lampu indikator
beserta kabel penghubung speaker dan tombol reset lengkap dengan
konektornya. Dengan demikian, kita tinggal menghubungkannya ke motherboard.
9. Pasang kabel catu daya motherboard yang ada pada power suplai (biasanya
dituliskan P8 dan P9). Kabel yang berwarna hitam dari kedua konektornya harus
dipasang berdampingan. Jika menggunakan motherboard jenis ATX,
pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot poower khusus ATX yang
terdapat pada motherboard.
10. Pasanglah harddisk, CD-ROM drive, dan floppy drive pada tempat yang
telah tersedia di casing. Kencangkan dudukannya dengan baut secara hatihati.
11. Sambungkan kabel power suplai ke slot power yang terdapat di harddisk,
floppy drive, dan CD-ROM drive. Sesuaikan konektor kabel dengan dudukannya.
Perhatikan sudut konektor plastik pada kabel tersebut. Konektor ini
sudah dirancang sesuai dengan dudukan yang terdapat pada harddisk, folppy
drive, atau CD-ROM drive. Jika terbalik, konektor tersebut akan sulit dimasukkan.
12. Sambungkan kabel data (kabel pita) pada dudukan yang tersedia di
harddisk, floppy drive, dan CD-ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk
menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Sisi kabel yang berwarna
merah harus ditempatkan pada kaki nomor satu (lihat keterangan yang
dituliskan pada harddisk, floppy drive, dan CD ROM drive) atau sisi kabel
data yang berwarna merah harus berhadapan dengan kabel power yang
berwarna merah. Jika pemasangannya terbalik, komputer tidak akan bekerja
baik dan peralatan-peralatan tersebut bisa rusak. Kabel yang terpasang ke
floppy drive lebih kecil jika dibandingkan dengan kabel harddisk atau CD
ROM drive yang memiliki ukuran sama.
13. Sambungkan kabel data dari floppy drive ke slot yang ada di motherboard.
14. Sambungkan kabel data dari harddisk ke slot IDE nomor 1 dan kabel data
dari DC ROM ke slot IDE nomor 2 yang ada di motherboard. Sisi kabel berwarna
merah harus menempati kaki nomor 1 pada tiap slot. Kita bisa melihat
keterangn yang tertulis di motherboard atau di manual motherboard .
15. Pasanglah VGA card pada slot yang sesuai dengan tipenya (jika motherboard
tidak dilengkapi fasilitas VGA on board). Jika VGA card yang digunakan
adalah jenis ISA, tempatkan card tersebut pada ISA slot di motherboard. Begitu
juga dengan VGA card jenis AGP dan PCI. Kuatkan kaitan VGA card dengan
memasang baut di card ke casing.
16. Periksa kembali semua langkah yang telah dilakukan. Periksa kembali posisi
jumper, tidak boleh ada yang salah. Demikian juga pemasangan prosesor,
RAM dan kabel-kabel penghubung, tidak boleh salah!
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 4
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
17. Pasang penutup (cover) casing. Kuatkan pemasangan dengan memasang dan
mengencangkan baut untuk penutup casing tersebut.
18. Pasang kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di VGA card. Konektornya
berbentuk trapesium dan memiliki 3 deret kaki yang tersusun rapi.
19. Pasang konektor keyboard ke slot keyboard dan konektor mouse ke slot
mouse yang terdapat di motherboard. Pada jenis P/S2, kedua konektor ini
memiliki bentuk yang sama. Perhatikan tanda (gambar) yang ada di samping
slot masing-masing.
20. Pasang kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat
di bagian belakang power suplai yang telah terpasang pada casing CPU. Jika
konektornya tidak cocok atau tidak ada slot power ke monitor, pasang kabel
listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah.
21. Pasang kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suplai.
22. Nyalakan komputer. Komputer normalnya dijalankan dengan menekan
tombol power di bagian depan casing.
Pengaturan BIOS
BIOS (Basic Input Output System) merupakan sekumpulan program yang disimpan
pada ROM yang digunakan untuk melakukan tugas-tugas dasar, seperti
mentansfer data, pengendali instruksi peralatan, serta mengkonfigurasi proses
input dan proses output hardware di dalam sistem komputer. Selain itu, BIOS
juga memiliki fungsi untuk melakukan POST, memanggil sistem operasi, menjaga
kestabilan dan kinerja sistem.
Masuk ke Menu BIOS
Cara measuk ke menu BIOS adalah dengan cara menekan tombol DEL (atau F1
atau Esc tergantung motherboard komputernya) pada saat komputer sedang
booting.
Explorasi Menu BIOS
Menu di dalam BIOS berbeda-beda berdasarkan jenis dan merek motherboard.
Untuk AWARD BIOS, menunya adalah sebagai berikut:
Menu Utama Submenu Keterangan
Time and Date Untuk melakukan perubahan jam dan
tanggal sistem BIOS
Floppy Drive A
and Floppy Drive B
Untuk menentukan penggunaan floppy A
dan B, berikut menentukan kapasitasnya
Setup Hardisk Menentukan kapasitas dan keberadaan
harddisk
Primary Master Untuk menetapkan harddisk utama
(system)
Standard CMOS
Setup
Primary Slave Untuk menetapkan harddisk tambahan
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 5
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Menu Utama Submenu Keterangan
Secondary Master Untuk menetapkan haradisk sistem ke-2
Secondary Slave Untuk menetapkan hardisk tambahan ke-2
1st Boot Device Menentukan pilihan pertama letak sistem
boot untuk dibaca
2nd Boot Device Untuk menentukan pilihan selanjutnya jika
pilihan pertama tidak ditemukan sistem
boot
3rd Boot Device Untuk menentukan pilihan selanjutnya jika
pilihan kedua tidak ditemukan sistem boot
4th Boot Device Untuk menentukan pilihan selanjutnya jika
pilihan ketiga tidak ditemukan sistem boot
Try Other Boot
Device
Untuk memerintahkan apakah komputer
terus mencari file sistem sesuai dengan
boot device yang di-setup. Pilihannya: Yes,
No
S.M.A.R.T for
Harddisk
Untuk menghindari hard disk dari
kerusakan karena kesalahan proses.
Pilihannnya: enable, disable
Quick Boot Untuk memerintahkan apakah komputer
boot lebih cepat. Pilihannya: enable, disable
System Boot Up
Num Lock
Untuk mengatur apakah lampu indikator
Num Lock pada keyboard menyala
sehingga penulisan angka dapat dilakukan.
Pilihannya: on, off
Floppy Drive Seek
at Boot
Untuk memerintahkan apakah sistem
mencari pada floppy disk pada saat
booting. Pilihannya: enable, disable
Password Checking Untuk mengatur apakah password BIOS
selalu diperiksa setiap booting atau saat
setup. Pilihannya: setup, always
Cache Memory Untuk mengatur chace memory (L1, L2)
yang digunakan. Pilihannya: internal, both,
disable.
System BIOS
Shadow Cacheable
Untuk menentukan lokasi memori sistem
BIOS bayangan apakah tersembunyi.
Pilihan enable, disable
BIOS Features
Setup
OS Selectorfor
DRAM>64
Untuk menentukan apakah sistem
menggunakan OS2/WARP dan memori
lebih dari 64. Pilihannya: enable, disable.
Virus Warning Untuk menagtur apakah komputer
mencegah terjadinya penulisan ke tabel
partisi harddisk (oleh virus). Pilihannya:
enable, disable.
Chipset Features
Setup
Enable Burst Cycle Untuk menentukan apakah menggunakan
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 6
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Menu Utama Submenu Keterangan
read and write burst pada memori.
Pilihannnya: enable, disable.
Cache Timing Untuk mengatur apakah waktu
penggunaan cache ditingkatkan.
Pilihannya: enable, standard.
DRAM Timing Untuk mengatur apakah waktu
penggunaan DRAM ditingkatkan.
Pilihannya: enhance, standard.
Enhance VGA
Performance
Untuk mengatur apakah kinerja VGA
ditingkatkan. Pilihannya: enable, disable.
IDE Timing Untuk mengatur apakah waktu
penggunaan IDE ditingkatkan. Pilihannya:
enhance, standar.
Advanced Power
Management
Untuk mengatur apakah sistem
menggunakan power management.
Pilihannya; enable, disable
Video Power Down
Mode
Untuk mengatur apakah layar monitor
akan melakukan penundaan atau
menunggu sesuai waktu tertentu.
Pilihannya: suspend, standby, disable.
Harddisk Power
Down Mode
Untuk mengatur apakah harddisk akan
melakukan penundaan atau menunggu
sesuai waktu tertentu. Pilihannya: suspend,
standby, disable.
Power
Management Setup
Standby Time Out Guna menentukan jumlah waktu yang
diberikan untuk melakukan standby.
Pilihannya: 1-15M, disable.
PNP/PCI
Configuration
Untuk pengaturan konfigurasi plug and
play hardware pada slot PCI
Load Setup Default Untuk mengaktifkan setup standar yang
terdapat di BIOS
Serial Port 1 Untuk menentukan jenis serial port (IRQ4).
Pilihannya: COM1, COM3
Serial Port 2 Untuk menentukan jenis serial port (IRQ3).
Pilihannya: COM2, COM4
Parallel Port Untuk menentukan jenis port paralel.
Pilihannnya: LPT1, LPT2, LPT3
Integrated
Peripheral
Parallel Port IRQ Untuk menentukan IRQ bagi port paralel.
Pilihannya: auto, IRQ5, IRQ7
Password Setting Untuk mengaktifkan dan memasukkan
password masuk ke BIOS
IDE Harddisk
Detection
Untuk mendeteksi keberadaan harddisk
secara otomatis berikut parameternya.
Save and Exit Setup Untuk menyimpan semua perubahan
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 7
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Menu Utama Submenu Keterangan
setting BIOS serta keluar dari menu setup
BIOS
Exit Without
Saving
Untuk keluar dari menu setup BIOS tanpa
menyimpan perubahan setting yang telah
dilakukan.
Pengujian dan Trobleshooting
Langkah Pengujian
Untuk menguji hasil perakitan komputer, dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Masukkan bootable CD ke dalam CDROM drive (atau disket system ke
floppy drive).
2. Nyalakan komputer dengan cara menekan tombol Power.
3. Tunggu beberapa saat.
Jika perakitan tidak ada yang keliru dan komponennya tidak ada yang
rusak, maka akan tampil prompt di monitor.
Troubleshooting Perakitan
Setiap kali komputer dinyalakan, komputer melakukan proses booting. Pada
proses ini komputer akan menjalankan beberapa prosedur untuk memastikan
bahwa sistem mempunyai komponen yang dibutuhkan. Langkahnya sebagai
berikut:
1. Motherboard memeriksa prosesor yang terpasang.
2. Motherboard akan memeriksa ada tidaknya modul memori di seluruh slot
memori yang ada.
3. Motherboard mengecek ada tidaknya graphic card, baik onboard, PCI
maupun AGP.
4. Motherboard meload boot block BIOS dan mencek CMOS untuk melihatlihat
nilai-nilai parameter yang mengatur konfigurasi motherboard.
5. Komputer menjalankan POST (Power On Self Test) untuk mengecek
apakah ada masalah dengan hardware yang terpasang dan menjalankan tes
memori untuk melihat apakah ada masalah atau error pada modul memori
yang terpasang.
6. Komputer akan mendeteksi periperal IDE/ATAPI yang ada.
7. Komputer meload sistem operasi yang diasumsikan berada pada boot
device pertama yang dipilih.
Pada langkah 1 sampai 3 di atas, jika ternyata ada masalah biasanya terdengar
bunyi ‘beep’ (‘thiiit’ dalam bahasa Indonesia). Untuk BIOS AWARD dan Phoenix,
daftarnya bisa Anda lihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Kode Beep pada AMI BIOS
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 8
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
Kode Beep Deskripsi
1 DRAM refresh failure
2 Parity Circuit failure
3 Base 64K RAM failure
4 System Timer Failure
5 Processor failure
6 Keyboard Controller Gate A20 error
7 Virtual Mode Exception error
8 Display Memory R/W Test failure
9 ROM-BIOS Checksum failure
10 CMOS shutdown register R/W failure
11 Cache memory bad, do not enable cache
Tabel 2. Kode Beep pada Phoenix BIOS
Kode Beep Deskripsi
1 beep panjang Problem di modul memori (cek memori
terpasang benar atau tidak)
1 beep panjang + 2 beep pendek Problem di video (cek VGA card terpasang
benar atau tidak)
1 beep panjang + 3 beep pendek Problem di Video (cek VGA card atau
memori rusak atau tidak)
Beep terus menerus Masalah di memori atau video
(cek motherboard)
Masalah yang terjadi selaman POST biasanya disebabkan oleh konfigurasi atau
pemasangan hardware yang salah. Jarang disebabkan karena kerusakan hardware
tersebut. Oleh karena itu, cara termudah mengatasinya adalah memeriksa kembali
pemasangan dan konfigurasi yang telah dilakukan serta pastikan hal-hal berikut
telah dilakukan:
• Seluruh kabel telah tersambung dengan kuat, tidak terbalik dan aman.
• Setting jumper motherboard telah benar.
• Seluruh memori terpasang dengan benar.
• Harddisk dan CDROM/Floppy disk drive terpasang dengan benar.
• Bootable hard disk/CDROM/Bootable floopy terpasang dengan benar.
• Versi BIOS sesuai serta mendukung drive yang diinstal, seting konfigurasi
dan parameter setup CMOS/BIOS telah benar seluruhnya.
Modul Workshop : Merakit Komputer Personal 9
Penyusun : Carwoto (carwoto@yahoo.com) – STMIK ProVisi Semarang
• Konektor keyboard, monitor, dan mouse terpasang dengan baik.
• Power supply telah diset untuk tegangan masukan yang sesuai.
Bagaimana cara menjadi Teknisi Komputer?
Kemampuan merakit komputer hanyalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki
seorang Teknisi Komputer. Untuk menjadi seorang Teknisi Komputer yang tangguh,
selain bisa merakit komputer juga harus menguasai keterampilan lainnya seperti
menginstal periperal, mengintal sistem operasi dan aplikasi, menggunakan software
utility, troubleshooting hardware (motherboard, hardisk, CD-ROM drive, printer,
dll.), serta troubleshooting software (misalnya penanganan virus, methode backup
dan recovery data, pengelolaan registry). Hubungi Pusat Komputer STMIK ProVisi
Semarang apabila Anda tertarik dan berminat mempelajari teknik-teknik tersebut!
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
20.42
0
komentar
instalasi linux
Kamis, 04 Februari 2010
LANGKAH-LANGKAH INSTALASI LINUX (DEBIAN)
* View
* Track
Mon, 21/07/2008 - 08:40 — toklek
Your rating:
0
LANGKAH I
Persiapan Menginstall Linux (Debian)
Nyalakan komputer, kemudian tekan [delete] untuk masuk ke bios,
Setelah di dalam bios, pilih menu
BIOS FEATURES SETUP
tekan [ENTER]
Setelah itu pilihlah menu Boot Sequence agar menjadi CDROM,C,A
[ESC]
Pilih,
SAVE & EXIT SETUP
tekan [ENTER]
tekan y [ENTER]
Maka komputer akan mulai booting kembali dengan boot sequence pertama ke CDROM.
Masukkan CD debian yang ada kedalam CDROM.
LANGKAH II
Boot dari CD
Setelah memasukkan CD ke dalam CDROM maka tinggal tunggu CD boot.
Setelah komputer boot ke CD, akan muncul tampilan sebagai berikut:
Welcome to Deal
This is debian ...........................................
..........................................................
boot:_ [ENTER]
LANGKAH III
Pilihan Awal Penginstallan
Setelah itu komputer akan loading...
Tunggu sampai muncul tulisan sebagai berikut:
' Choose The Language '
Pilih bahasa (disarankan bahasa inggris - en). [ENTER]
' Choose Language Variant '
Pilih ' English (United States) ' [ENTER].
' Relase Notes '
Pilih [ENTER].
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the Keyboard
tekan [ENTER].
' Select a Keyboard '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pilih,
qwerty/us : U.S. English (QWERTY)
[ENTER]
LANGKAH IV
Menentukan Partisi Hardisk
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]
' Select Disk Drive '
pilih,
/dev/hda
[ENTER]
' Lilo Limitations '
[ENTER]
' Note on additional space for the ReiserFS Journal '
[ENTER]
Akan muncul tampilan partisi yang ada pada hard Disk hda, dengan informasi ini anda akan mengetahui letak partisi swap dan letak partisi tempat anda akan meletakkan '/' (root).
pilih [ Quit ]
dengan menggerakan/menekan panah kearah kanan. [ENTER]
LANGKAH V
Menginisialisasi Partisi Swap
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VI
Memilih jenis File System pada Partisi Linux
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]
' Choose Filesystem Type '
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]
' Select Partition '
Pilih partisi yang akan dijadikan "Ext3"
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
/dev/hda2 : Linux native
[ENTER]
' Scan for Bad Blocks? '
pilih [ENTER]
' Are You Sure? '
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda2 sebagai "Ext3" kalau sudah benar
pilih [ENTER]
' Mount as the Root Filesystem? '
pilih [ENTER]
LANGKAH VII
Menginstall Kernel dan Modulnya
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih [ENTER]
' Please Wait '
' Select Archive path '
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]
' Please Wait '
LANGKAH VIII
Memilih Driver
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]
' Note about loaded drivers '
pilih, [ENTER]
' Select Category '
Akan tampil pilihan-pilihan module yang akan di pilih,
1. Pilih ' kernel/drivers/input Input Devices. ' [ENTER]
' Select kernel/driver/input modules '
pilih,
' kebdev - Keyboard support ' [ENTER]
' kebdev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih,
' mousedev - Mouse support ' [ENTER]
' mousedev '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
2. Pilih ' kernel/drivers/net Drivers for network interface cards ' [ENTER]
' Select kernel/drivers/net modules '
carilah ' eepro100 ' [ENTER]
' eepro100 '
pilih, [ENTER]
atau bila gagal bisa coba bonding
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa. [ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
3. Pilih ' kernel/fs/msdos
MS-DOS file system ' [ENTER]
' Select kernel/fs/msdos modules '
pilih, ' msdos - PC BIOS ' [ENTER]
' msdos '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
4. Pilih ' kernel/arch/1386/kernel i386-base drivers. ' [ENTER]
pilih, ' apm ' [ENTER]
' apm '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
pilih, ' cpuid ' [ENTER]
' cpuid '
pilih, [ENTER]
' Enter Command-Line Argumens '
Tidak perlu diisi apa-apa.
[ENTER]
Pilih ' Exit Finish Return to previous menu. ' [ENTER]
Pilih, ' Exit ' [ENTER]
LANGKAH IX
Mengkonfigurasi Jaringan
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Configure the network
[ENTER]
' Choose The Hostname '
Ganti tulisan ' Debian ' dengan ' LAB-OS-27-*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Automatic Network Configuration '
pilih, [ENTER]
' Choose the IP Address '
Ganti tulisan default-nya dengan ' 152.118.27.*** '
*** diganti dengan nomor komputer.
[ENTER]
' Choose Network Mask '
Tidak usah diganti.
[ENTER]
' What is your IP gateaway address? '
152.118.27.1
[ENTER]
' Choose Domain Name '
Tulis ' cs.ui.ac.id '
[ENTER]
' Choose the DNS Server Addresses '
Ganti dengan ' 152.118.24.2 '
[ENTER]
LANGKAH X
Menginstall Base System
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di
highlight pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Install the base system
[ENTER]
' Select Installation Medium '
pilih,
' cdrom : CD-ROM drive '
[ENTER]
' Please insert the CD-ROM '
pilih, [ENTER]
' Select Archive path '
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]
' Installing Base System, please wait '
Tunggulah sampai selesai menginstall.
LANGKAH XI
Membuat System Menjadi Bootable
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make System Bootable
[ENTER]
' When should the LILO boot loader be installed ? '
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]
' Other bootable partitions '
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]
' Securing LILO '
[ENTER]
LANGKAH XII
Membuat Boot Floppy
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Make a Boot Floppy
Masukkan disket(dalam keadaan baik)ke dalam floppy disk
[ENTER]
' Change Disk '
[ENTER]
Tunggulah sementara sedang membuat boot floppy
LANGKAH XIII
Mereboot Komputer
' Debian GNU/LINUX Installation Main Menu '
Akan ada macam-macam pilihan didalam kotak dengan bagian yang di highlight
pada pilihan yang paling atas dengan tulisan,
Next : Reboot The System
[ENTER]
' Reboot The System? '
Pilih,
Yes [ENTER]
Kemudian keluarkan disket dari floppy disk, sementara komputer sedang reboot.
Keluarkanlah cd deal dari cdrom.
Tunggu sampai muncul lilo boot seperti dibawah ini,
Linux
WIN/Dos
Pilih Linux [ENTER]
LANGKAH XIV
Konfigurasi System Debian
Kemudian akan masuk ke tampilan seperti dibawah ini :
' Debian System Configuration '
[ENTER]
' TimeZone Configuration '
Is the hardware clock set to GMT
Pilih,
[ENTER]
What area do you life in?
Pilih,
Asia [ENTER]
Select a city or time zone:
Pilih,
Jakarta [ENTER]
' Password setup '
Shall I enable md5 passwords?
Pilih,
[ENTER]
Shall I enable shadow passwords?
Pilih,
[ENTER]
Enter a password for the root:
Isi saja dengan 12345
[ENTER]
Re-enter password to verify:
Isi lagi dengan 12345
[ENTER]
Shall I create a normal user account now?
Pilih,
[ENTER]
' Debian System Configuration '
Shall I remove the pcmcia packages?
Pilih,
[ENTER]
Do you want to user a PPP connection to install the system.
Pilih,
[ENTER]
' Apt Configuration '
Choose the method apt should user to access to Debian archive:
Pilih,
cdrom [ENTER]
Masukkan cd deal ke dalam cdrom.
Enter CD ROM device file:
/dev/cdrom [ENTER]
Scan another CD?
pilih [ENTER]
Add another apt source?
pilih [ENTER]
Use security updates from security.debian.org?
pilih [ENTER]
Run tasksel?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih [ENTER]
Run dselect?
pilih, [ENTER]
Tunggu sementara sedang mengkonfigurasi paket apa saja yang akan diambil,
sampai ada tulisan seperti di bawah ini :
Do you want to continue? [Y/n]
Ketikan y [ENTER]
Do you want to erase any previous downloaded.deb files? [Y/n]
Ketik,
y [ENTER]
Please enter to continue
[ENTER]
I can do .....
[---Please return---]
[ENTER]
You must choose one of the options below:
Enter value (default='1', 'x' to restart):
Ketik,
5 [ENTER]
'Debian System Configuration '
Have fun !
Thank you for choosing Debian.
[ENTER]
LANGKAH XV
Login
Nanti akan muncul pesan seperti dibawah ini:
LAB-OS-27-**** login :
(**** sesuai dengan komputer tempat anda menginstall)
Coba masukkan login root dan passwordnya.
Setelah itu kita akan mencoba menginstall paket.
Cara menginstallnya adalah dengan cara sebagai berikut:
ketik perintah ini di console:
apt-get install "nama paket" [ENTER]
Sebagai contoh kita akan mencoba menginstall lynx.
Jadi yang harus diketikkan adalah sebagai berikut :
apt-get install lynx [ENTER]
Do you want to continue? [Y/n]
ketikan y [ENTER]
Setelah selesai menginstall lynx coba ketikkan perintah ini di console :
lynx kambing.vlsm.org [ENTER]
Jika berhasil masuk ke halaman kambing.vlsm.org berarti anda berhasil.
Selamat menggunakan Debian!
Selamat mencoba di rumah!
Diposting oleh
ILMU PENGETAHUAN
di
19.43
0
komentar